Hidup Tak Seindah Permata

diansastro


Ternyata hidup ini tak seindah permata di lautan luas. Yah, apa mau dikata, nasi itu sudah menjadi bubur. Akankah kesempatan itu datang lagi hanya Allah yang tahu jawabannya. Aku hanya bisa pasrah dan berdoa memohon kepadanya.

Tak kukira kata-kata itu bisa menghancurkan segalanya. Sungguh ingin kutarik kembali kata-kata itu. Penyesalan pasti datangnya di akhir episode. Sayang memang, tapi apalah artinya bila semuanya telah terjadi.

Hanya satu yang perlu ditekankan. Aku ingin diberikan kesempatan itu sekali lagi. Kesempatan mengurai hubungan yang terlanjur beku ini. Maafkan aku .............. teman-teman.

Gelang Kebersamaan dan Persaudaraan

gelang


Wah, kemarin pas nonton PSS tandingan ama Persiba temen-temen pada heboh ngeliatin gelang yang dipake para pemain Persiba. Setelah tanya sana tanya sini ternyata itu gelang kebersamaan. Banyak publik figur yang make gelang itu, soalnya itu sebagai wujud kepedulian mereka sama kampanye-kampanye kemanusiaan yang ada di seluruh dunia.

Warna-warna gelang itu macem-macem. Dan tiap warna ada artinya juga. Di Amerika mulai dari Robin Williams, Sheryl Crow sampai John Kerry memakai gelang yang berwarna kuning untuk mendukung penelitian kanker. Di daratan Eropa Bono (U2), Bob Geldof, Keane, Jamelia, Minnie Driver dan Nelson Mandela memakai yang berwarna putih untuk memerangi kemiskinan. Dari lapangan sepakbola David Beckham dan Frank Lampard memakai warna biru mendukung kampanye anti-bullying, sementara Thiery Henry dan Ronaldinho meluncurkan yang hitam dan putih untuk menghilangkan rasialisme.


Di Indonesia pertamakali gelang itu dipakai oleh Yayasan Tunas Cendekia sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak Indonesia. Mereka menggelar kampanye Gelang Peduli Anak Indonesia. YTC akan mengumpulkan dana melalui hasil penjualan Gelang Peduli Anak Indonesia berwarna merah dan bertuliskan semangat ‘solidaritas KEBERSAMAAN’.

Bagus juga ya idenya buat ngumpulin massa tuk membantu sodara-sodara kita yang membutuhkan. Semoga kita-kita yang masih sehat dan punya sesuatu yang lebih bisa berbuat seperti itu. Rencanaku sih aku juga mo pesen gelang itu. MOga-moga aja temen-temen ada yang berminat mengkampanyekan solidaritas kebersamaan dan bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan pendidikan yang layak.

Kangen Ngisi Nih

mBaron


Ugh, udah lama banged ndak buka-buka weblog ini. Jadi timbul perasaan kangen buat ngutak-atik lagi deh. Udah lama banged jadi lupa nih gimana caranya. hehhehe, jadi kayak belajar lagi deh.

Oya, minggu lalu aku dolan ke mbaron lagi tuh sama temen-temen #sebelah. Padahal waktu itu kondisinya aku blom tidur, soalnya abis jaga jam 8 langsung berangkat jam 10 pagi. Untung aja sampe ke pantai gak ketiduran. Jadinya bisa berenang dengan sukses deh.

Eh, ternyata pas pulangnya enggak seberuntung berangkatnya. Di perjalanan menuju rumahnya mas Heri, aku sampe ketiduran di motor ampe 3 kali loh. Langsung aja sama si Herlin disuruh gantian. Trus, pas pulangnya aku mbonceng mas Kunto sampe di Bulevard en si Herlin mbonceng mas Trie. Tapi seneng juga bisa berenang sampe puas.

Duka Seorang Bocah


Matanya menerawang jauh ke depan
Tubuhnya penuh luka tak terbungkus sehelai kain
Tersimpan setumpuk ketakutan di dadanya
Terkadang isak tangis tak kuasa dipendamnya

Dia kehilangan orang-orang yang dicintai
Entah kemana jalan akan ditempuh
Dia merasa ketakutan
Dia merasa sendiri dan kesepian
Hidupnya kini sebatangkara..........

Kuasa alam tlah menghancurkan cintanya
Kekuatan alam tlah merusak cita-citanya
Isyarat Tuhan tlah merenggut karyanya
Dia tak berdaya menghadangnya
Musnah sudah tanah kelahirannya
Astaghfirullah...............

Tapi bumi masih tetap berputar
Allah masih memberinya cahaya
Allah masih memberinya kehidupan
Untuk membangun kembali bumi pertiwinya
Bumi Nangroe Aceh Darussalam


phery, 06 Jan 05